Mengenal Sekilas Objek Wisata Gunung Candi/Candi Agung

Candi Agung Amuntai

Halo Sahabat Wara-wiri Semuanya, Jumpa Lagi dengan INF AWW ADMIN.

Kali ini kita akan membahas sekilas tentang salah satu bangunan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu Gunung Candi/Candi Agung.

Candi Agung adalah sebuah situs purbakala peninggalan kerajaan Hindu yang terdapat di Desa Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Candi Agung Tempo dulu

Dahulu, Sebelum candi ini dipagar, yang nampak hanyalah sebuah bukit hijau serta beberapa rumpun bambu kuning. Di atas bukit tersebut terdapat sebuah pondok kecil yang ditunggu oleh orang tua. Orang tua itu duduk bersimpuh sambil membakar dupa mengahadapi semangkok Tutungkal. Si penunggu gunung tersebut selain sebagai penerima tamu dan pembaca doa, ia juga pandai pula bercerita tentang hikayat kerajaan Negara Dipa.

Ratusan tahun yang silam gunung Candi menjadi sumber segala kepercayaan masyarakat Amuntai. Di tempat ini orang tidak boleh berbuat kelakuan yang tidak baik, apalagi mencela tempat yang ia kunjungi, sebab bisa mendatangkan kualat.

Sejak dahulu kala gunung Candi selain untuk tempat rekreasi juga untuk tempat ziarah dan melepas nazar. Biasanya tempat ini dikunjungi oleh orang-orang luar kota. Mereka datang tidak sendirian, tetapi dengan satu rombongan dengan mobil atau dengan kapal sungai dan lengkap dengan bermacam-macam kue sesaji serta kembang.

Karena gunung Candi dianggap keramat, sebelum mereka pulang mereka mandi-mandi air gunung bahkan ada juga yang membawa pulang air gunung tersebut sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Yang paling menarik dan banyak pengunjungnya ialah apabila ada yang berziarah dengan cara melepas kambing, maka orang-orang berebutan untuk menangkapnya. Siapa yang lebih dahulu menangkap kambing tersebut dialah yang berhak memilikinya. Orang tua hingga anak-anak ikut berlomba tanpa menghiraukan pakaian mereka kotor karena terjatuh dari lumpur.

Penggalian Gunung Candi, Rahasia tentang Gunung Candi

Candi Agung ditemukan pada 1962 ketika Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara meratakan tanah untuk dijadikan jalan dan perluasan kota ke arah barat. 

Pada tahun 1964 Gunung Candi Dicoba untuk digali oleh ahli purbakala dari Jakarta. Pada 1967, dilakukan penelitian arkeologi di Situs Candi Agung oleh tim kerja sama Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Hasil ekskavasi berupa struktur fondasi bangunan berukuran 7 x 7 meter, fragmen kepala kala dari terakota, lapik padma dalam bentuk utuh dan fragmen, hiasan bangunan yang berbentuk antefiks, bata, manik-manik dari bahan tanah liat bakar, dan pecahan-pecahan tembikar serta keramik. Juga ditemukan lima periuk, di antaranya berisi sisa abu, tulang, manik-manik, dan tanah.

Setelah ditemukannya benda-benda tersebut gunung Candi yang semula terbungkus dengan bermacam takhayul, kisah orang tua yang tak ada kepastiannya, akhirnya telah terbukti dan tabir rahasia tentang gunung Candi terbuka jelas. Candi Agung adalah benar peninggalan dari zaman Hindu abad ke 13 ketika kerajaan Negara Dipa diperintah oleh Empu Jatmika.

Ketika itu sangat disayangkan petugas penggali tidak kembali ke Amuntai untuk melakukan penelitian Lebih lanjut sehingga Candi Agung kembali tertimbun tanah dan struktur bekas penggalian rusak karena panas dan hujan dari waktu ke waktu.

Penelitian terhadap Candi Agung dilakukan kembali pada 1997 oleh Balai Arkeologi Banjarmasin. Pada penelitian ini dilakukan analisis radiokarbon C-14 terhadap sampel kayu ulin yang tertancap di halaman kerikil Candi Agung.

Hasil analisis tersebut didapatkan bahwa Candi Agung berasal dari 750 Masehi atau abad ke-8 M. Hasil penanggalan ini lebih tua enam abad daripada usia berdasarkan cerita rakyat (abad ke-14 M).

Gunung Candi dipugar kembali

Beberapa tahun yang lalu batu bata Candi sudah disusun kembali sehingga tidak lagi berhamburan. Gunung Candi sekarang sudah dipagar meskipun dalam bentuk perkiraan.

Bangunan utama Candi

Senin,18 September 1986 Candi Agung diresmikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio.

                                                               Prof. Dr. Haryati Soebadio.

Letak dan Peninggalan Candi Agung

Candi Agung bernaung di bawah sebuah kubah besar, sedangkan Museum terletak di sebelah kiri pintu masuk. Di dalam museum tersebut dapat dilihat bermacam-macam benda budaya yang ditemukan setelah penggalian Candi Agung beberapa waktu yang lalu.


Adapun benda-benda tersebut antara lain gerabah, tempayan, lempengan emas 18 karat, batu bata ukuran panjang, sendok, mangkok dari Dinasti Chung XIX, tiang candi dari kayu ulin, lantai candi batu bata yang digunakan sebagai material candi lebih berat dan lebih kuat dari bata merah biasa. Ukurannya pun lebih besar dengan dimensi 40 x 20 x 10 cm., benda-benda keramik lain dari Dinasti Tang 9, Sung 10, Yuan 14 dan bermacam-macam tembikar.


Tidak jauh dari depan kubah terdapat pula bekas bertapa Pangeran Surianata serta bekas tiang Candi Mahligai Puteri Junjung Buih.

Candi Agung Sekarang

Candi Agung sekarang sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah setempat karena tempat ini termasuk ruang terbuka hijau.Areal obyek wisata ini cukup luas, diperkirakan 1 hektare. Untuk para tamu sudah disediakan tempat untuk istirahat sambil memandang keindahan taman yang dihiasi bermacam-macam bunga sambil berfoto. Candi Agung sekarang juga dijadikan tempat untuk pagelaran seni hingga proses pembuatan video dan lain sebagainya.

Warung-warung sederhana pun juga ada baik di dalam lingkungan candi maupun di luar candi.

Di area dalam terdapat beberapa titik kunjungan, antara lain museum, Telaga Berdarah Empu Mandastana, tiang mahligai Putri Junjung Buih, pertapaan Pangeran Suryanata, Situs Tiang Penjagaan, dan Situs Candi Agung. Semua peninggalan sejarah tersebut masih terpelihara sudah baik.

Hingga sekarang Candi Agung Masih dikunjungi orang, baik domestik maupun luar daerah. Pada hari Kamis dan Minggu tempat ini biasanya ramai dikunjungi. Apalagi sehabis Lebaran pengunjungnya makin membludak.

Nah itulah tadi sedikit gambaran dari Bangunan Candi Agung. Masih banyak cerita yang ada dibalik tempat ini. Mungkin di artikel selanjutnya kita akan bahas lagi sesuatu yang menarik dari Tempat Wisata Candi Agung.






Komentar